Workshop & Seminar

BASEL III:

Pengelolaan Likuiditas dan Penguatan Permodalan

Cakupan Materi

  1. Prasyarat dan Teknik Permodalan Berdasarkan BASEL III
  2. Implementasi Dua Parameter (LCR dan NFSR) Berdasarkan Best Practice BASEL III
  3. Keterbatasan dan Syarat Penerapan LCR
  4. Persyaratan dan Kendala Pengelolaan Likuiditas:

a. Pertimbangan Manajemen (Direksi dan Komisaris)

b. Sudut Pandang User (Pelaksana)

c. Penggunaan Alat Ukur yang Tepat sesuai Kapasitas Bank dan Tujuan Pengelolaannya

5.  Studi Kasus: Bagaimana Bertahan dalam Kondisi Krisis? (Identifikasi Pondasi dan Dukungan Ketahanan Jangka Pendek)

 

Deteksi Kualitas Analisa Kredit Melalui Uji Validitas Scoring Model

(Berbasis Best Practice dan Manajemen Risiko Kepatuhan)

Tujuan 

  1. Mencegah terjadinya kesalahan penentuan nilai pada credit scoring guna mendukung kualitas penyaluran kredit
  2. Memastikan  peserta   memahami   tata  cara dan pola pikir  dalam sistem credit scoring sehingga peserta mampu melakukan deteksi dini ketika terjadi   potensi kegagalan aplikasi  dalam menentukan scoring calon debitur
  3. Mencegah terjadinya risiko kepatuhan dalam penerapan manajemen risiko kredit, khususnya terkait validasi/kalibrasi scoring model

 Cakupan Materi 

1. Identifikasi Credit Management Berdasarkan Best Practice

2. Behind the Scene: Credit Scoring Model dan Angka yang Dihasilkan

3. Proses dan Uji Validitas Scoring Model:

  • Check up Scoring Model!
  • Discriminatory Ability
  • Akurasi dan Kalibrasi
  • Portfolio Analysis

4. Loss Estimation – Expected Loss ( Net Flow Method dan Markov Process)

5. Final Review: Perihal apa saja yang harus diperbaiki, ditingkatkan, dihapus, atau bahkan diganti agar scoring model memberikan  manfaat optimal

Integrasi Penyusunan Laporan Harian Bank Umum Berdasarkan Ketentuan Berlaku

 Tujuan

  1. Penyempurnaan informasi terkini mengenai LHBU.
  2. Menyamakan persepsi antara regulator dengan bank pelapor mengenai teknis penyampaian LHBU.
  3. Memberikan tata cara pengisian, penyusunan, pelaporan, kandungan dan pemanfaatan sistem LHBU.
  4. Menyederhanakan, menemukan pokok-pokok permasalahan, dan memberikan solusi terbaik dalam pemeriksaan akurasi LHBU.

Cakupan Materi

  • Tata Cara Pelaporan LHBU
  • Ketentuan Pengenaan Sanksi
  • Penjelasan Form LHBU

*      Form 101

*      Form 102

*      Form 201

*      Form 202

*      Form 203

*      Form 205

*      Form 401

*      Form 402

*      Form 403

*      Form 405

*      Form 406

*      Form 407

*      Form 501

*      Form 602

*      Form 603

*      Form 604

*      Form 701

*      Form 702

*      Form 703

*      Form 704

*      Form 705

*      Form 706

*      Form 707

Investigasi Fraud 2015: Identifikasi Substansi Langkah Anti Fraud dan Potentially Fraud

 Cakupan Materi

1.     Identifikasi Bentuk Fraud dalam Perbankan

  • Fraud di bidang Kredit
  • Fraud di bidang Pendanaan atau Funding
  • Fraud di bidang Jasa atau Services
  • Fraud pada aktivitas pembukuan atau akuntansi
  • Fraud di APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu)
  • Dll.

2. Metode Deteksi  dan Pencegahan Fraud

3. Peranan Audit Internal dalam Pencegahan Kecurangan (Fraud)

  • Apakah pelaksanaan audit internal telah dilaksanakan secara memadai, dan apakah pelaksanaan audit internal dapat berperan dalam pencegahan kecurangan?

4. Investigasi  Fraud

  • Penyusunan Program Investigasi
  • Pelaksanaan dan Pelaporan hasil Investigasi

5. Pemantauan dan Pengendalian Fraud

 

Aspek Stratejik Pendorong/Penentu Kinerja Direksi dan Komisaris:

Identifikasi Komponen Remunerasi pada Tingkat Direksi dan Komisaris

Tujuan

Menjelang publikasi laporan keuangan dan dilaksanakannya RUPS, manajemen harus memiliki informasi yang memadai dalam penentuan besaran kelompok remunerasi, khususnya di tingkat  Direksi dan Komisaris. Alternatif potensi alokasi remunerasi dapat dipertimbangkan secara bijaksana dengan mengedepankan analisa faktor-faktor yang menguatkan dan melemahkannya.

 Cakupan Materi

 1.  Rentang Remunerasi: Teknik Negosiasi Stratejik yang Wajar dan Dapat Diterima

2.  Mapping Komponen Pendukung Remunerasi

  • Design Compensation (Yearly Basic Cash, Guaranteed Bonus, Allowances; Fix and Variable )
  • Design Benefit (Facilities, Perks, Insurance, Utilities, etc.)

3.   Sharing Experience: Latar Belakang Komponen yang Disetujui, Rekam Jejak Segmentasi Industri, Potensi Kekuatan Institusi, dan Peluang Future Value.

 

A to Z Good Corporate Governance (GCG): Implementasi GCG secara Utuh Bagi Seluruh Unit Kerja Terkait

 Cakupan Materi

1. Fakta-fakta Urgensi Penerapan GCG sebagai Kebutuhan, Bukan Sekedar Kewajiban

2. Kunci Kekuatan dari Sisi Infrastruktur GCG: Organ Utama dan Organ Pendukung Manajemen Bank

3. Kunci Keberhasilan dari Aspek Soft-structure GCG: Panduan Tata Kelola (Code of Corporate Governance), Panduan Perilaku (Code of Conduct), Panduan bagi Komisaris dan Direksi (Board Manual), Charter/Piagam, Standard Operating Procedure (SOP), Faktor Lain Sumber Keberhasilan Implementasi Soft-structure GCG

4. Panduan Implementasi GCG Secara Efektif: Bangunan Perangkat GCG, Konsep Self Assesment, dan Evaluasi Penerapan

5. Assessment dan Temuan Perbedaan Nilai GCG (Manajemen vs Pemeriksa): Standarisasi (Standar) Assessment, Kunci dan Panduan Pengisian Kertas Kerja

6. Cara Mencapai GCG Peringkat 1 atau 2: Tips dan Tricks

 

 

Career
Wordpress Themes - Wordpress Video Themes - Wordpress Travel Themes - WordPress Restaurant Themes